PT. MEDIA 212 GROUP
MAROS — Pihak Pesantren Darul Istiqamah membantah narasi yang menyebut kedatangan warga pesantren ke lingkungan Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Maros, sebagai upaya mengganggu proses belajar mengajar maupun memicu bentrokan.
Pihak pesantren menegaskan, kehadiran warga pesantren di lokasi pada Selasa (8/9/2026) bukan untuk membuat keributan, melainkan untuk menggelar pengajian, mempererat silaturahmi, serta meminta kejelasan dan iktikad baik terkait persoalan yang tengah menjadi perhatian bersama.
Dalam pernyataan sikapnya, pihak Pesantren Darul Istiqamah justru menyayangkan sikap manajemen SPIDI yang dinilai telah melibatkan orang tua siswi dan jajaran karyawan dalam situasi yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kami sangat menyayangkan sikap pihak manajemen Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) yang justru membenturkan warga pesantren dengan para orang tua murid serta jajaran karyawannya di lapangan.”
Menurut pihak pesantren, orang tua siswi dan karyawan semestinya mendapatkan perlindungan dan tidak ditempatkan pada posisi yang dapat menyeret mereka ke dalam persoalan antara pengelola sekolah dengan pihak pesantren.
Pihak pesantren bahkan menilai orang tua siswi dan karyawan jangan sampai dijadikan “alat pukul” maupun benteng pembatas dalam persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog.
Datang Bukan untuk Ganggu Proses Belajar
Pihak Pesantren Darul Istiqamah juga menegaskan bahwa kedatangan warga pesantren sama sekali tidak memiliki tujuan untuk mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswi.
Mereka menyebut kehadiran tersebut merupakan bagian dari upaya warga dan pihak pesantren untuk memperoleh kejelasan mengenai persoalan yang selama ini menjadi perhatian internal.
Lebih jauh, pihak pesantren menyampaikan bahwa berdasarkan amanah pendiri dan almarhum bapak pesantren, SPIDI merupakan bagian dari Pesantren Darul Istiqamah.
Atas dasar itulah, pihak pesantren mempertanyakan mengapa upaya warga pesantren untuk hadir dan berdialog justru berkembang menjadi ketegangan di lapangan.
Minta Orang Tua Siswi dan Karyawan Tidak Diseret
Pihak Pesantren Darul Istiqamah berharap persoalan tersebut tidak semakin melebar dengan melibatkan pihak-pihak yang menurut mereka tidak seharusnya berada di tengah persoalan.
Mereka meminta pengelola SPIDI mengedepankan komunikasi, dialog, serta penyelesaian secara arif dan bijaksana.
“Sangat disayangkan, iktikad baik warga dan pimpinan pesantren untuk berdialog justru direspons dengan pengerahan massa dari pihak orang tua murid dan karyawan di lokasi.”
Pihak pesantren juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadikan orang tua siswi maupun staf sekolah sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan warga pesantren.
“Kami mengimbau agar masalah ini diselesaikan secara arif dan bijaksana oleh pengelola SPIDI tanpa harus mengorbankan atau mengadu domba orang tua siswi dan staf sekolah,” demikian pernyataan pihak Pesantren Darul Istiqamah.
Pihak Pesantren Darul Istiqamah menegaskan tetap membuka ruang penyelesaian melalui dialog dan musyawarah, serta berharap persoalan yang ada dapat diselesaikan secara baik tanpa mengorbankan ketenangan para siswi, orang tua, maupun karyawan sekolah.






















